First Trip to Singapore
So
Excited to Singapore !. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Singapura
sekaligus perjalanan pertama saya ke luar negeri. Berawal dari mencari promo
tiket murah di salah satu maskapai, akhirnya setahun kemudian saya berangkat
juga ke negeri singa tersebut. Agak lama memang dari pembelian tiket sampai
pemberangkatan, tapi buat saya tidak masalah demi harga tiket lebih murah.
Saya
berangkat bersama tiga sahabat saya dari kecil, sekaligus tes persahabatan.
Katanya walau sudah lama temenan tapi kalau belum pernah traveling
bareng belum afdol.
 |
| sumber : dok pribadi/Soekarno-Hatta International Airpot |
Persiapan saya dan ketiga teman saya lumayan lama, kita
sempat beberapa kali ketemu untuk bahas budget dan itenary selama
5 hari disana. Hari yang dinanti pun tiba, saya berangkat dari bandara Soekarno
Hatta sore hari dan sampai Singapura di malam hari. Sampai bandara yang
langsung ada dibenak saya adalah “ini bandara Changi gede banget !”. Dari
pemeriksaan di imigrasi bandara kami harus jalan kaki lanjut naik Sky
Train bandara untuk keluar dari terminal kami turun menuju
transportasi publik.
Hal
pertama yang kami lakukan adalah membeli kartu MRT, harganya 12 dollar
Singapura dengan saldo awal 7 dollar Singapura. Saran saya, lebih baik pinjam
punya saudara atau teman yang pernah ke Singapura terus isi ulang saldonya,
agar lebih murah.
 |
| sumber : dok pribadi/ez-link |
Setelah membeli tiket MRT kami pun menuju hotel di
daerah Little India tepatnya di Desker Road. Satu tips dari saya apabila kalian
belum pernah keluar negeri atau belum pernah mengunjungi negeri tersebut
baiknya jangan sampai di malam hari. Hal naas pertama terjadi pada kami
berempat, karena masih awam dengan MRT dan kondisi stasiun yang kalau mau
transit berjauhan akhirnya kami salah turun dan nyasar. Enggak kebayang juga
sih Singapura yang saya anggap negara metropolitan ternyata jam 11 malam sudah
sepi banget, beda sama jakarta yang masih macet. Karena salah turun dan susah
untuk bertanya akhirnya kami pilih naik taxi. Jarak kurang lebih 1km kami
bayar 6 dollar Singapura, hari pertama niat mau hemat malah buntung.
Sesampainya
di hotel ternyata cobaan di hari pertama belum juga selesai. Ini bisa jadi
pembelajaran buat yang mau ke Singapura, jangan telan mentah-mentah review
orang tentang kualitas hotel dan fasilitas yang kita dapat. Jadi sebelum pergi
kami cari hotel dengan budget semurah-murahnya, dapat kapasitas 3 orang dengan
harga murah. Setelah baca review ada beberapa orang yang komentar tentang hotel yang kami pilih bahwa 1 kamar
kapasitas 3 orang bisa diisi 4 orang tanpa tambahan biaya. Lain cerita setelah
sampai, pihak hotel tahu kalau kami mau sedikit nakal, memasukkan orang lebih
dari kapasitasnya. Setelah debat panjang akhirnya kami sepakat setiap harinya
menambah biaya 25 dollar yang ditotal 4 hari menginap jadi 100 dollar.
Lagi-lagi mau untung malah buntung, karena jadi keluar uang lebih banyak dibanding
kami dari awal sudah memesan 2 kamar untuk 2 orang.
Sesuai jadwal yang sudah saya dan teman-teman buat, hari kedua sampai kami mengunjungi ikon negeri singa tersebut di Merlion Park. Biar sah kalau saya sudah ke Singapura, hukumnya wajib foto dengan latar belakang patung merlion.
 |
| dok. pribadi/merlion park |
 |
| dok. pribadi/merlion park |
 |
| dok. pribadi/merlion park |
Ini yang jadi tujuan utama saya ke Singapura, Universal Studio Singapore. Yeay akhirnya bisa kesini juga!. Untuk pembelian tiket USS ini saya juga sudah membelinya saat di Indonesia menggunakan sebuah agen perjalanan. Sedikit was-was juga sih karena tiket online kami baru dikirim sehari sebelum kami ke USS, alhasil pagi-pagi kami mesti cari tempat print untuk cetak tiket kami. Lagi-lagi hotel kami tidak bisa memenuhi permintaan "numpang print", alasannya tidak punya mesin print. Tiket USS kami beli seharga 59 dollar atau sekitar 570.300 rupiah. Kami memilih hari ketiga dan seharian penuh untuk berada di USS, biar puas main dan ga rugi sudah bayar mahal. Jam buka USS adalah jam 11.00 - 18.00 waktu Singapura.
 |
| dok. pribadi/Universal Studio Singapore |
Ada baiknya sebelum datang ke USS cari tahu tentang wahana permainan yang ada di sana agar tidak tertipu dengan nama permainan yang imut-imut. Secara keseluruhan semua permainan di USS adalah roll coster. Tujuan utama saya ke USS adalah mengunjungi wahana Madagaskar. Saya seperti kembali menjadi anak-anak ketika bertemu dengan tokoh idola saya di film Madagaskar. Untuk melihat atraksi Alex, Gloria, Raja Julien dan keempat pasukan penguin yang licik tapi pintar di film Madagaskar. Saya duduk paling depan tidak mau kalah dengan anak-anak demi hasrat liat idola.
 |
| dok. pribadi / Universal Studio Singapore |
 |
| dok. pribadi / Universal Studio Singapore |
 |
| dok. pribadi / Universal Studio Singapore |
Ada 1 lagi wahana yang menjadi idola saya yaitu Jurassic Park Rapids Advanture. Ini adalah wahana arung jeramnya USS. Naik wahana ini saya harus antri kurang lebih 1 jam, karena memang wahana ini juga jadi idola setelah wahana Transformer 4G. Untuk naik wahana ini persipkan baju ganti yah atau rain coats. Di USS juga menjual rain coats harganya 3 dollar, tapi kalau kita sudah tau mau ke USS dan naik wahana itu, baiknya persiapan dari Indonesia bawa rain coats seharga 10ribu yang bisa langsung buang.
Seperti perkiraan saya dan teman-teman, kita baru selesai main semua wahana pada jam 6 sore. Berhubung jam 6 sore waktu Singapura masih seperti jam 4 waktu Indonesia, kami memutuskan mampir ke China Town untuk lihat oleh-oleh apa yang bisa kami beli disana.
Destinasi terakhir saya di Singapura adalah Madame Tussaud Singapore. Lokasinya masih sama dengan USS yaitu di Sentosa Island. Untuk menuju Sentosa Island kita punya dua pilihan, jalan kaki yang ternyata super jauh atau naik Sky Train seharga 4 dollar dari Vivo City Mall. Harga tiket Madame Tussaud saya beli seharga 38 dollar atau sekitar 368.800 rupiah.
 |
| dok.pribadi/Sentosa Island |
Di Madame Tussaud Singapore sendiri terdapat 60 patung lilin yang terdiri dari 7 galeri yang di sesuaikan dengan profesi tokoh tersebut. Di awal pintu masuk pengunjung sudah disambut dengan presiden pertama Indonesia bapak Ir. Soekarno dan Presiden pertama RRC Mao Zedong. Wisata di Madame Tussaud bisa juga disebut wisata selfie. Karena setiap pengunjung pasti akan mengajak patung-patung lilin tersebut untuk foto bersama. Seperti saya ini, foto bareng Oprah Winfrey seolah-olah saya diundang menjadi bintang tamu diacaranya.
 |
| dok. pribadi/ Madame Tussaud Singapore |
Dan foto terbaik menurut saya adalah ketika saya melepas kangen dengan CR7 atau Cristiano Ronaldo sekaligus olahraga bareng dengan David Bechkam. Kemudian saya senyum puas setelah keluar dari Madame Tussaud. Sampai ketemu lagi mas Cris!.
 |
| Dok. Pribadi/Madame Tussaud Singapore |
 |
| Dok. Pribadi/Madame Tussaud Singapore |
Pertama kali keluar negeri dan pertama kali ke Singapura, buat saya tidak susah hanya mahal. Tidak susah karena sebagian dari orang Singapura bisa berbahasa Indonesia, jadi saya tidak perlu malu berbicara bahasa Inggris seadanya. Petunjuk jalan atau informasi transportasi di Singapura pun sangat mudah ditemui. Selain tersesat saat pertama datang, saya tidak tersesat lagi sampai 5 hari kemudian. Pilihan transportasinya banyak, mau dari yang murah menggunakan MRT sampai yang mahal menggunakan taxi.
Untuk biaya makan dan oleh-oleh harganya cenderung lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Beda cerita ketika saya beli barang elektonik disana harganya jauh lebih murah di Singapura dibanding Indonesia, dan yang lebih happy karena cash back-nya juga banyak. Satu lagi kesan saya setelah kesana, untuk ke Singapura cukup lah 3 hari ga usah lama-lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar